Search
Search Menu

Dies Natalis 80 Tahun STT-Jakarta

Kierkegaard, teolog dari Denmark,  pernah mencatat bahwa “hidup ini dipahami ke belakang, dan dijalani ke depan”. Dalam kehidupan selama 80 Tahun STT Jakarta, maka tatapan ke belakang telah memberi banyak hal padanya: STT ikut memandirikan para pemimpin gereja-gereja Indonesia, mendukung momen-momen Proklamasi merdeka 1945, masuk dalam kancah gerakan mahasiswa memprotes Orde Lama dan Orde Baru, sambil menjadi persemaian pendidikan teologi kontekstual. Ziarah menengok 80 tahun ke belakang dengan demikian berarti merenungkan beragamnya kiprah dan sepak terjang lembaga ekumenis ini, yang telah pula memberi ragam makna dan rasa, yang tentu semua itu tak bisa dilepaskan dari rasa syukur atas pemeliharaan dan kemurahan Allah.

Ziarah kali ini akan secara mendasar menengok pada sumber utama berteologi di kampus “gumul dan juang “ ini, yaitu Alkitab sendiri. Kitab Suci ternyata telah membuka banyak makna bagi pemikiran teologi justru karena kedalaman studi dan  kekayaan tafsir atasnya. Komunitas kampus ini, bersama gereja-gereja pendukungnya dan masyarakat umumnya, akan secara khusus diajak agar terus terbuka pada pusparagam pesan dan daya gugah Alkitab tersebut. Kiranya itu semua secara khusus menjadi pelita bagi perjalanan pasca 80 tahun sekolah ini.

Perenungan akan masa depan pendidikan teologi, dengan demikian,  akan menjadi bagian lanjutan ziarah tadi, sambil pula kekayaan rasa dan pengetahuan dari puluhan tahun berproses itu dikongsikan ke jemaat-jemaat. Anjangsana dan perkunjungan kerja ke gereja-gereja akan dilakukan untuk proses berbagi ini, termasuk kerjasama dengan lembaga mitra. Di kampus jalam Proklamasi 27 Jakarta akan pula berlangsung simposium liturgi, pekan studi menyangkut tema-tema mutakhir teologi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan dan perayaan bersama di bulan Dies Natalis, September 2014 ini.

Kiranya itu semua menambah rasa syukur dan mantap bagi segenap pemangku kepentingan STT-Jakarta, dan ia pun memasuki masa depan “dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman…berlimpah-limpah dalam pengharapan” (Rm. 15:13).